Selasa, 23 Juni 2015

Aplikasi aritmatik sederhana menggunakan fungsi select case pada visual basic

 Aplikasi Aritmatik sederhana dengan menggunakan fungsi SELECT CASE
Logika aplikasi ini, ketika kita memberikan data input bilangan 1 dan bilangan 2 serta operator (Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, Pembagian, dan Pangkat) maka akan keluar hasilnya.
1.      Tampilan User Interface.

Pada Aplikasi kali ini , kita tidak menggunakan object commandbutton, jadi perintah pengkodingan diberikan kepada text3.text atau pada textbox operator. Jadi code nya begini.: Private Sub Text3_Change ()
2.      Membuat Perintah atau Peng-kodingan.
Ini tampilan pengkodingannya.:
·         Pada variabel nilai1 dan nilai2 sebagai data input dari text1 dan text2.
·         Jangan lupa pemberian tipe data integer, karena angka/numeric/bilangan.
·         Select case digunakan pada text3 karena kita memberikan pengkodingan nya pada pemberian input operator.
·         Operator yang kita gunakan : +, -, *, /, dan ^ selain itu maka operator dianggap salah.
·         Logika: Ketika pada text3 berisi tanda “+” maka nilai1 + nilai2 dan selanjutnya.

·         Jangan lupa End Select pada terakhir.

Membuat matrix ordo 2 x 2 dengan array dan menu.

B. Membuat matrix ordo 2 x 2 dengan array dan menggunakan menu.
Pada kali ini, kita akan membuat sebuah program matrix ordo 2 x 2 menggunakan array. Pertama kita akan membuat menu terlebih dahulu. Didalam menu terdapat 4 pilihan. Pilihan pertama yaitu memasukan input dari nilai matrix nya. Kedua hasil matrix yang sudah kita buat. Ketiga hasil penjumlahan antar matrix. Buat kodingan seperti berikut :


Pada pertama kali kita harus mendeklarasikan variabel – variabel yang kita akan pakai. Seperti : int m dan n itu sebagai aray nya. [3] sebagai batasan / banyak array nya. dan variabel i dan j untuk pengulangan nya dan pil sebagai pilihan menu. Pada awalnya kita akan membuat tampilan menu nya menggunakan cout.  Setelah itu kita masukan pilihan dengan cin dan disimpan pada variabel pil.
Karena kita ada 4 pilihan maka kita membagi menjadi 4 case. Case 1 untuk pilihan 1 dan selanjutnya. Pada case yang pertama kita membuat tampilan dari matrix dengan cout. Setelah itu kita melakukan perulangan untuk memasukan data yang diinginkan.
Di dalam program ini terdapat 2 matrix. Dan setiap matrix kita harus memberikan 4 nilai yang berbeda untuk setiap element nya. Pada matrix yg pertama (A) , terdapat 2 for karena kita akan memasukan nilai ke dalam element matrixnya. For yang pertama untuk (baris1kolom1 dan baris1kolom2) dan B for yang kedua untuk (baris2kolom1 dan baris2kolom2) Jadi :
For(i=1;i<=2;i++) artinya untuk i bernilai 1. Apabila i kurang atau sama dengan 2 maka lakukan proses i baru ditambah kan 1. Jika i++ maka i akan dilakukan baru ditambah 1 , Jika ++i perulangan dijalankan terlebih dahulu/ ditambah dulu baru di proses (melakukan perintah).
Jadi selama menjalankan proses pertama kita juga menjalankan for yang kedua yaitu untuk memasukan nilai matrixnya. For(j=1,j<=2,j++) artinya sama seperti tadi tetapi disini program akan menjalankan perintah cout untuk menununjukan element matrix berapa dan kita memasukan nilai nya yang nanti akan disimpan di variabel m. Seteleh Matrix pertama selesai kita memasukan lagi untuk matrix yang B. Proses nya sama aja seperti perulangan yang pertama tetapi pada matrix B kita memasukan nilanya akan disimpen pada variabel n. Setelah selesai (Enter) maka akan kembali ke menu awal.
          Kodingan berikutnya untuk case 2 (pilihan yang ke-2). Pada pilihan yang kedua ini akan menampilkan hasil yang sudah ada nilainya. Kita melakukan perulangan seperti tadi tetapi pada case yang kedua kita hanya menampilkan(cout). Pada dasarnya sama pada percobaan pertama.

Pada case yang ketiga yaitu kita akan menjumlahkan matrix A dengan matrix B. Baris1 kolom 1 akan ditambah baris1 kolom 1 juga, dan selanjutnya sampai baris dan kolom terakhir. Hasil ketika dijalankan :







Pada pilihan pertama : (Input nilai Matrix)
        Pada pilihan kedua : (Hasil Matrix)

Pada pilihan ketiga : (Penjumlahan Matrix)

Aplikasi menggunakan fungsi perulangan pada delphi

Pembuatan aplikasi menggunakan Perulangan.
            Di sini saya akan membuat suatu aplikasi menggunakan Perulangan Do While dan For Downto Do. Logika nya ketika memasukan nilai awal dan banyak nya perulangan maka outputnya akan keluar pada memo dan dengan output hasil perulangan nya.
1.                  Membuat User Interface.
Disini kita menggunakan Label, Edit, Memo serta Button. Pada Button kita memberikan perintah perulangan Do While dan For Downto Do . Button clear untuk menghapusnya.

2.                  Membuat Perintah Atau Meng-Koding.
Disini ada 3 Button. Button “Do While” untuk melakukan perulangan do while dan Button “For Downto Do” untuk melakukan perulangan for downto. Button “Clear” untuk menghapus input dan outputnya.



·         Kita membuat 2 variabel a dan b dengan deklarasi integer ( karena perulangan nanti akan menggunakan angka / bilangan) Variabel a diambil dari input Edit, karena a berdeklarasi integer, jadi kita harus ubah deklarasi edit yaitu string menjadi integer, yaitu dengan strtoint (yang artinya string ke integer) dan b kita berikan nilai 1 karena kita akan menggunakan perintah do while lebih atau sama dengan 1.
·         Do while artinya program akan berjalan selama kondisi nya benar, jika salah maka program akan berhenti.
·         Pada memo1.clear berarti kita menghapus tulisan memo1 nya terlebih dahulu, terus kita buat judul nya dengan lines+add yang artinya menambahkan dan pindah baris setelah ini buat kembali untuk enter nya.
·         Logika nya: Jika 1 lebih besar atau sama dengan data input 2 maka mulai, menambahkan memo pertama dengan tambahan data string + (b) + sama dengan + (c), selama kondisi benar maka akan melakukan perulangan.
·         Agar perulangan berjalan kita mengganti variabel yang lama dengan baru , contoh : b = b+1 dan a= a+1 jadi jika b yan pertama 3 makan nanti akan menjadi 4 dan seterusnya.
·         Jika kita menuliskan kata yang bertipe string kita menggunakan tanda petik satu (‘)

·         Logika nya sama seperti tadi tetapi pada perulangan for downto do berarti akan melakukan perulangan mundur.
·         Pada variabel a untuk nilai awal akan berkurang karena proses a= a-1 jadi jika a yang pertama 5 , maka nanti a akan berubah menjadi 4, dan seterusnya.
Pada kodingan untuk hapus:
Edit1.clear;
Edit2.clear;
Memo1.clear;
End;
End.
  
3.             Jalankan aplikasi
Klik icon play atau tekan F9 atau Run – Run.
Pada perulangan Do While :

Pada perulangan For Downto Do :

Membuat program array dengan C++

A. Membuat program dengan menggunakan array pada C++
Disini saya akan membuat suatu program yang menggunakan fungsi array. Array adalah suatu kumpulan data dengan bertipe data yang sama. Buatlah kodingan seperti berikut :


Pada baris pertama sama seperti sebelum – sebelumnya yaitu memanggil atau memasukan sebuah library bernama iostream dan conio yang berguna untuk kita dapat menggunakan fungsi cin / cout dan getch (sebagai penahan agar program tidak langsung keluar). Void main sebagai awal atau pembuka, clrscr artinya clearscreen (menghapus layar).
Cara menggunakan array yaitu kita memberikan batasan atau kapasitas atau jumlah maximal pada variabel yang kita mau. Seperti :
1.     Int a[5] = {1,2,3,4,5};
2.     Int b[5]= {1,2};
3.     Int c[5]= {10,220,30};
Batasan array diatas adalah 5. Jadi kita memberikan variabel a,b,c dengan array yang berjumlah 5. Pada variabel a berisi 1,2,3,4,5. Variabel b hanya 2 yaitu: 1,2 dan variabel c berisi 3 : 10,220,30.
Kita memberikan variabel tambahan yaitu j yang bertipe integer. Varibel tersebut berguna sebagi variabel penampung untuk melakukan perulangan pada program. Cout<<endl adalah perintah output untuk membuat baris baru atau enter. Pada dasarnya program ini untuk kita belajar bagaimana array bekerja.
Juga perlu tau bahwa array itu dimulai dari 0. Jadi ketika kita memberi batasan 5 bukan berarti 5 terakhir tetapi dimulai dari 0 dan berakhir di 4. Makanya disini kita memberikan nilai j = 0.
Perulangan j akan melakukan perulangan hingga j<5. Sehingga j akan berhenti di ke 4 dan mencetak perulangan yang ke 4. Pada dasarnya perulangan ini menjadikan kita tau tentang banyak array nya.
·        Perulangan pertama : a[0]=1  b[0]=1  c[0]=10
Nilai a pada perulangan pertama (inget pertama 0) adalah 1 , nilai b = 1 dan c = 10.
·        Perulangan kedua : a[1]=2   b[1]=2  c[0]=220
·        Perulangan ketiga : a[2]=3  b[2]=0   c[2]=30
Pada perulangan ketiga b berisi nilai 0, karena pada variabel b kita hanya memberi 2 nilai 1 dan 2. Sehingga pada perulangan ketiga hanya memberikan nilai 0.
·          Perulangan keempat: a[3]=4  b[3]=0  c[3]=0
·          Perulangan kelima: a[4]=5  b[4]=0  c[4]=0
Pada perulangan keempat dan kelima nilai b dan c sudah habis maka akan diisi sama angka 0. 

Kamis, 07 Mei 2015

tugas 1

Tugas 1


  1.      Jelaskan dengan contoh " Penggunaan Bahasa Indonesia Secara Baik Dan Benar !

    Jawab :

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang  serasi   dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik. Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku Contoh :

·         Apakah kamu ingin menyapu rumah bagian belakang ?

·         Apa yang kamu lakukan tadi?

·         Misalkan ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang siswa

o    Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?

o    Rino : sudah saya kerjakan pak.

o    Pak guru : baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.

o    Rino : Terima kasih Pak

  2.    Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi di dalam dunia pendidikan !

    Jawab :

Bahasa Indonesia berfungsi pula sebagai bahasa pengantar dilembaga-lembaga pendidikan, mulai dari lembaga pendidikan terendah (taman kanak-kanak) sampai dengan lembaga pendidikan tertinggi (Perguruan Tinggi) di seluruh Indonesia, kecuali di pelosok-pelosok daerah tertentu mayoritas masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu.Di daerah ini, bahasa daerah boleh dipakai sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan tingkat sekolah dasar sampai tahun ketiga (kelas tiga). Setelah itu, harus menggunakan bahasa Indonesia. Karya-karya ilmiah di perguruan tinggi (baik buku rujukan, karya akhir mahasiswa, seperti skripsi, tesis, disertasi, dan hasil atau laporan penelitian)  yang ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, menunjukkan bahwa bahasa Indonesia telah mampu sebagai alat penyampaian Iptek, dan sekaligus menepis anggapan bahwa bahasa Indonesia belum mampu mewadahi konsep-konsep Iptek.Sebagai fungsinya yang kedua di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, kecuali di daerah-daerah, seperti daerah aceh, batak, sunda,  jawa, madura, bali, dan makasar yang menggunakaan bahasa daerahnya sebagai bahasa pengantar sampai dengan tahun ketiga pendidikan dasarSelain itu juga menurut Minto Rahayu, telah dibuktikan bahwa sejak bangsa Indonesia diproklamasikan sebagai negara (17 Agustus 1945), bahasa Indonesia telah digunakan sebagai pengantar dalam dunia pendidikan menggantikan bahasa Belanda, kecuali di TK dan tiga tahun SD, penggunaan bahasa daerah belum sama sekali dapat dihilangkan, mengingat bahasa Indonesia masih dianggap sebagai   bahasa kedua. Namun, perkembamgan membuktikan bahwa bahasa Indonesia semakin banyak digunakan sebagai bahasa pengantar pendidikan di semua jenjang dan jalur pendidikan. Dari ketiga versi pendapat ini bisa disimpulkan bahwa fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan, itu memiliki kesamaan dan juga perbedaan, yakni kesamaanya fungsi bahasa Indonesia pengantar pendidikan itu di mulai dari lembaga pendidikan terendah TK, SD dan seterusnya sampai ke jenjang yang tertinggi (Perguruan Tinggi). Adapun perbedaannya hanya sedikit sekali yaitu dalam segi penggunaan dalam daerah masing-masing, karena penggunaan bahasa daerah belum bisa dihilangkan, mengingat kedudukannya masih sebagai bahasa kedua sebelum menggantikan bahasa Belanda.

tugas 2

Tugas 2

1.contoh kerangka karangan:
Tema              : Kemiskinan
Tujuan           : Mengatasi Kemiskinan
Judul              : Pemecahan Masalah Kemiskinan Di Negara Berkembang

– Pengertian
1. Pengertian Kemiskinan Secara Umum

adalah keadaan dimana terjadi ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

2. Faktor – Faktor Timbulnya Kemiskinan
– Pendidikan Yang Terlampau sangat Rendah
– Malas Bekerja
-Keterbatasan Sumber Alam
-Terbatasnya Lapangan Kerja
-Keterbatasan Modal
-Beban Keluarga atau beban kehidupan.

4. Usaha – usaha Mengatasi Kemiskinan
-Peningkatan Fasilitas Jalan Dan Listrik di Pedesaan
-Perbaikan Tingkat Kesehatan Melalui Fasilitas Sanitasi yang Lebih Baik
-Penghapusan Larangan Impor Beras
-Pembatasan Pajak dan Retribusi Daerah yang merugikan Usaha Lokal dan Orang Miskin
-Pemberian Hak Penggunaan Tanah Bagi Penduduk Miskin
-Membangun Lembaga-lembaga Pembiayaan Mikro yang Memberi Manfaat pada. *penduduk Miskin
adalah kurang nya Perbaikan Atas Kualitas Pendidikan dan Penyediaan Pendidikan *Transisi untuk sekolah Menengah
-Mengurangi Tingkat Kematian Ibu Pada Saat Persalinan
-Menyediakan Lebih Banyak Dana Untuk Daerah-daerah Miskin
-Merancang Perlindungan Sosial Yang Lebih Tepat Sasaran

 2. Contoh Kutipan Langsung dan Tidak langsung !

kutipan langsung
contoh :

Siswoyo menegaskan, “segala keputusan ilmiah hanya merupakan kemungkinan besar (probability) dan tidak mengakui adanya kebenaran mutlak (absolute truth)”.
Kutipan tidak langsung

Contoh:

Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda.

Rabu, 15 April 2015

BAHASA PEMROGRAMAN DELPHI


Delphi merupakan bahasa pemrograman yang sering digunakan dikalangan kampus, sebagai penunjang matakuliah pemrograman walaupun sekarang ini sudah hampir kurang diminati dengan adannya beberapa bahasa pemrograman dengan menggunakan metoda dan cara yang lebih simple dalam penggunaannya. Namun kekuatan delphi masih bisa diungulkan dengan adanya versi-versi terbaru yang telah berbasis .net.

Bahasa pemrograman delphi ini sintak dasarnya menggunakan bahasa Pascal (Object Pascal Oriented). Apabila kita sudah banyak mengenal bahasa Pascal kita tidak akan susah untuk mempelajari bahasa pemrograman delphi ini.

Basis Object Oriented Programming(OOP)dalam Delphi dapat mempermudah pengembang aplikasi dalam mebangun project yang dikelolanya.

Beberapa kelebihan bahasa programan Delphi:
1. Komponen dapat dipakai ulang dan dapat dikembangkan
Delphi mempermudah pembuatan program bagi komponen-komponen Windows seperti label, button dan bahkan dialog dan lainnya. Komponen ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kita si pembuat program.

2. Dapat mengakses VBX.
Dengan Delphi kita dapat langsung mengakses komponen VBX yang sudah merupakan satu kesatuan dan dapat langsung digunakan .

3. Template Aplikasi dan template Form
Dalam Delphi telah didefinisikan template aplikasi dan template Form yang dapat dipakai untuk membuat semua form aplikasi dengan lebih cepat.

4. Lingkungan pengembang Delphi
Lingkungan yang disedia pada Delphi sangat mudah untuk digunakan dalam pengembangan aplikasi yang produktif.

5. Program terkompilasi.
Kebanyakan lingkungan pengembang visual pada windows menyatakan dapat mengkompilasi program. Namun sebenarnya mereka hanya dapat mengkompilasi sebagian program dan kemudian mengabungkan interpreter dan pcode dalam sebuah file. Dengan cara ini akan menghasilkan aplikasi dengan eksekusi yang lambat. Namun dengan pemrograman delphi output yang dihasilkannya merupakan file yang benar-benar terkompilasi tanpa interpreter dan pcode sehinga dapat berjalan lebih cepat. Program Delphi yang kecil dapat diserahkan dalam bentuk sebuah file EXE tanpa harus menyertakan file DLL.

6. Kemampuan mengakses data dalam bermacam format.
Dalam Delphi terdapat BDE ( Borland Database Engine) yang digunakan untuk mengakses format file data yang ada. BDE telah melalui beberapa tahap pengembangan, yang sebelumnyaBDE dikenal dengan ODAPI , kemudian IDAPI. Sekarang BDE sudah menjadi standar untuk akses semua jenis data yang ada saat ini. BDE juga dapat mengakses Database Client / Server seperti Sybase, SQL Server, Oracle dan Borland Interbase. Bila dibandingkan dengan microsoft ODBC , BDE lebih unggul dalam hal unjuk kerjannya, hal ini karena BDE memiliki bentuk yang lebih mendekati format database tujuannya.